Tips Memilih Suspensi yang Nyaman untuk Motor

Share

Tips Memilih Suspensi yang Nyaman untuk Motor

shockbreakerXlusi.com | Dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang begitu pesat, saat ini tersedia dua jenis suspensi atau shockbreaker untuk sepeda motor yakni tipe oli dan kombinasi oli dengan gas. Keduanya sama-sama berfungsi untuk meredam getaran saat melewati jalan rusak atau berlubang. Namun keduanya memiliki karakter, bentuk, dan kerja yang berbeda.

Zulfaizal, teknisi Ohlins mengatakan, bila ingin mengganti suspensi sepeda motor dari perangkat pabrikan ke aftermarket pilihlah yang tipe kombinasi oli dan gas.

“Suspensi cuma ada dua macam oli dan kombinasi oli dengan gas. Pilih yang kombinasi karena gerak suspensi dipadu dengan gas lebih bagus dan saling membantu,” terang Zulfaizal.

Ia menambahkan dengan menggunakan suspensi tipe oli dengan gas maka pengendara akan merasa lebih nyaman karena motor melaju stabil.

“Lebih stabil karena keduanya (oli dengan gas) bekerja sama meredam getaran,” pungkas Zulfaizal.

Dari segi bentuk, antara suspensi tipe oli dan oli dengan gas berbeda. Pada umumnya suspensi tipe oli dengan gas ada tambahan tabung berukuran kecil di ujungnya. Sebaliknya bila tidak ada tabung bisa dipastikan suspensi tipe oli.

Cara Kerja :

Shock absorber merupakan komponen penting suatu kendaraan yaitu dalam sistem suspensi, yang berguna untuk meredam gaya osilasi dari pegas. Shock absorbers berfungsi untuk memperlambat dan mengurangi besarnya getaran gerakan dengan mengubah energi kinetik dari gerakan suspensi menjadi energi panas yang dapat dihamburkan melalui cairan hidrolik.

Peredam kejut (shockabsorber) pada mobil memiliki komponen pada bagian atasnya terhubung dengan piston dan dipasangkan dengan rangka kendaraan. Bagian bawahnya, terpasang dengan silinder bagian bawah yang dipasangkan dengan as roda. Fluida kental menyebabkan gaya redaman yang bergantung pada kecepatan relatif dari kedua ujung unit tersebut. Hal ini membantu untuk mengendalikan guncangan pada roda.

Konstruksi shock absorber itu terdiri atas piston, piston rod dan tabung. Piston adalah kmponen dalam tabung shock absorber yang bergerak naik turun di saat shock absorber bekerja. Sedangkan tabung adalah tempat dari minyak shock absorber dan sekaligus ruang untuk piston bergerak naik turun. Dan yang terakhir adalah piston rod adalah batang yang menghubungkan piston dengan tabung bagian atas (tabung luar) dari shock absorber. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Shock absorbers bekerja dalam dua siklus yakni siklus kompresi dan siklus ekstensi.

Siklus kompresi (penekanan)

Saat shock absorber ditekan karena gaya osilasi dari pegas suspensi, maka gerakan yang terjadi adalah shock absorber mengalami pemendekan ukuran. Siklus kompresi terjadi ketika piston bergerak ke bawah, menekan fluida hidrolik di dalam ruang bawah piston. Dan minyak shock absorber yang berada dibawah piston akan naik keruang atas piston melalui lubang yang ada pada piston. Sementara lubang kecil (orifice) pada piston tertutup karena katup menutup saluran orifice tersebut. Penutupan katub ini disebabkan karena peletakan katup yang berupa membran (plat tipis) dipasangkan dibawah piston, sehingga ketika minyak shock absorber berusaha naik ke atas maka katup membran ini akan terdorong oleh shock absorber dan akilbatnya menutup saluran orifice. Jadi minyak shock absorber akan menuju ke atas melalui lubang yang besar pada piston, sementara minyak tidak bisa keluar melalui saluran oriface pada piston. Pada saat ini shock absorber tidak melakukan peredaman terhadap gaya osilasi dari pegas suspensi, karena minyak dapat naik ke ruang di atas piston dengan sangat mudah.

Siklus ekstensi (memanjang)

Pada saat memanjang piston di dalam tabung akan begerak dari bawah naik ke atas. Gerakan naik piston ini membuat minyak shock absorber yang sudah berada diatas menjadi tertekan. Minyak shock absorber ini akan mencari jalan keluar agar tidak tertekan oleh piston terus. Maka minyak ini akan mendorong katup pada saluran oriface untuk membuka dan minyak akan keluar atau turun ke bawah melalui saluran oriface. Pada saat ini katup pada lubang besar di piston akan tertutup karena letak katup ini yang berada di atas piston. Minyak shock absorber ini akan menekan katup lubang besar, piston ke bawah dan mengaakibat katup ini tertutup. Tapi letak katup saluran oriface membuka karena letaknya berada di bawah piston, sehingga ketika minyak shock menekan ke bawah katup ini membuka. Pada saat ini minyak shock absorber hanya dapat turun ke bawah melalui saluran orifice yang kecil. Karena salurannya yang kecil, maka minyak shock absorber tidak akan bisa cepat turun ke bawah alias terhambat. Di saat inilah shock absorber melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi.

Tipikal mobil atau truk ringan akan memiliki lebih banyak perlawanan selama siklus ekstensi daripada siklus kompresi. Semua peredam kejut modern adalah kecepatan-sensitif – suspensi semakin cepat bergerak, semakin banyak perlawanan yang shock breker sediakan. Hal ini memungkinkan guncangan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jalan dan untuk mengontrol semua gerakan yang tidak diinginkan yang dapat terjadi dalam kendaraan yang bergerak.

Cara kerja dari shock absorber tersebut di atas merupakan shock absorber yang bertipe single action, sedangkan untuk shock absorber bertipe double action tidak menggunakan saluran besar pada piston, kedua-duanya hanya berupa saluran orifice saja. Sehingga saat kompresi, shock absorber akan melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi.

Tips Memilih Suspensi yang Nyaman untuk Motor was last modified: May 23rd, 2016 by tompul
Share
Keywords : sudut kemiringan shock belakang trail, sudut kemiringan monoshock trail, pengertian monoshock, fungsi u bolt, fungsi lubang pada piston rx king, fungsi shock stir, rumus menghitung piston dengan mikrometer, fungsi upper mounting eye, cara membuat shock depan lembut, fungsi dari u-bolt
tags: Tips Memilih Suspensi