Modifikasi Mesin Honda Brio Satya Untuk Tingkatkan Performa

Share

Mobil Honda Brio Satya Modifikasi Mesin. Banyak orang yang memilih mobil Honda untuk dimodifikasi. Tidak hanya indication sedan, MPV atau hatchback saja yang menjadi sasaran modifikasi, Honda Brio Satya yang merupakan LCGC (Low Cost Green Car) juga sering dirombak oleh pemiliknya. Salah satu alasannya adalah harga jual yang terjangkau.

Di balik itu semua, Modifikasi Honda Brio Satya hanya mengandalkan mesin berkapasitas 1.200 cc. Hal ini dinilai kurang memuaskan bagi pengguna yang menyukai kecepatan. Kendati demikian ada trik untuk mengatasi hal ini. Yang cukup populer adalah melakukan engine swap. Jadi, mesin Honda Brio Satya (L12B8) diganti menjadi mesin Jazz GE8 (L15A7). Sementara dana yang harus disiapkan sebesar Rp 20 jutaan, di luar modifikasi mobil seperti porting polished, down siren dan piggyback.

Dengan sejumlah sentuhan ubahan, mesin Brio Satya dapat meningkat dari 88 dk menjadi 118 dk. Dalam ubahan ini, ada 5 hal yang harus diperhatikan agar mesin Jazz GE8 dapat berfungsi dengan baik di Brio Satya.

Tips Engine Swap Honda Brio Satya 2

1. Position Sensor dan Crankshaft Trigger

Kedua peranti tersebut tidak boleh dipisahkan. Sebab, ECU masih mengandalkan produk Bosch bawaan Brio Satya. Dengan demikian holder sensor dan holder trigger harus menggunakan bawaan L12B8. Melihat fisik dan produsennya, holder sensor Brio Satya dan Jazz GE8 tidak memiliki perbedaan selain partial number. Akan tetapi holder trigger keduanya berbeda. Hal tersebut terlihat dari jumlah giginya. Milik Brio Satya mempunyai jumlah gigi yang lebih sedikit daripada Jazz GE8.

2. Piggyback

Mengingat kapasitas mesin yang sudah naik menjadi 300 cc, akan lebih baik jika menggunakan piggyback atau mount alone ECU. Alasannya, jika kapasitas mesin menjadi besar, mapping fuel dan igniton dari pabrikan menjadi tidak sesuai.

Akan tetapi perlu Anda ketahui, menggunakan piggyback terdapat satu kekurangan. Hingga saat ini belum ada piggyback yang dapat membuka ataupun menggeser rev limiter. Jika Anda memang ingin menggeser rev limit, solusinya adalah dengan menggunakan mount alone ECU seperti MoTeC, MegaSquirt, ECU dan lain-lain.

3. Camshaft Position Sensor dan Camshaft Position Actuator

Kedua peranti ini harus tetap menggunakan milik Brio Satya meskipun telah menggunakan mesin L15A7. Apabila hanya sensor saja yang dipindahkan, hal tersebut dapat membuat Malfunction Indiccator Light (MIL) menyala dan mesin juga sulit untuk dihidupkan.

4. MAP Sensor

Untuk peranti ini, ada dua perbedaan antara milik Brio Satya dan Jazz GE8. Pertama, milik LCGC andalan Honda ini lebih besar bila dibandingkan dengan Jazz GE8. Kedua, perbedaan terlihat dari merek produsen. Brio Satya menggunakan produk Bosch, sementara Jazz GE8 tidak tercantum merek businessman pembuatnya. Hanya terdapat tulisan MAP sensor assy disertai partial number.

Dalam hal ini, MAP sensor wajib menggunakan lansiran Bosch pada mesin iVTEC 1.500 cc. Pemasangannya memerlukan penyesuaian pada intake plural sebab bentuknya yang berbeda. Caranya cukup dengan membesarkan lubang dudukan MAP sensor dengan mata bor 14 mm. Setelah itu, dudukan dikikir kurang lebih 0,7 mm agar lebih pendek. Pengerjaan membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Apabila pengerjaan tidak sesuai, hasil bacaan udara pada intake plural tidak bisa akurat.

5. Throttle body

Throttle physique juga harus menggunakan milik Brio Satya. Ukuran stifle physique milik Brio Satya memang lebih kecil dari milik Jazz GE8. Akan tetapi, jika tetap menggunakan bawaan L15A7, mesin terkadang tidak dapat digas dan lampu indikator MIL juga menyala.

Apabila dilakukan diagnosa dengan menggunakan engine scanner, akan muncul tulisan stifle actuator not learned. Dengan kata lain, ECU Bosch tidak dapat sinkron dengan engine penggerak skep pada stifle physique Jazz GE8.

 

Modifikasi Mesin Honda Brio Satya Untuk Tingkatkan Performa was last modified: April 27th, 2015 by tompul
Share
Keywords : modifikasi feroza jadi hamer
tags: brio, honda, Mesin Honda Brio Satya, mobil