Memilih Radiator Coolant

Share

Berhati-hatilah dalam memilih radiator coolant

Menurut berita pemakaian cairan radiator coolant bisa bikin mesin lebih adem. Akan tetapi, beberapa kejadian malah sebaliknya. Seperti beberapa orang yang melakukan, mesin malah overheat setelah ganti radiator coolant. “Mesti hati-hati, karena karat dan kotoran di blok mesin bisa terangkat dan menyumbat radiator,” saran Mas Tompul, punggawa bengkel Unggul Jaya Motor di Blora. Mau tahu triknya?
MENGURAS

Sebenarnya tidak haram kalau mau pakai radiator coolant. Menurut Anwar, mobil baru bisa tahan sampai lima tahun dengan cairan pendingin bawaan pabrik. Apakah mobil tua juga diperbolehkan pakai radiator coolant? “Yang penting kondisi saluran pendingin pada mobil tersebut harus bersih,” bilang Mas Tompul

Maksud Anwar, apapun jenisnya, cairan coolant punya kecenderungan mengangkat kotoran dan karat dari tempat penumpukannya. “Kalau mobil lama yang sebelumnya pakai air biasa, setelah pakai coolant biasanya saluran pendingin justru tersumbat. Ya karena kotorannya menyumbat pipa kapiler pada radiator atau water jacket

(mantel pendingin),” bebernya. Pipa kapiler mampat, air tidak lancar mengalir, mesin pun bisa overheat.

Nah, kalau Anda saat ini masih pakai air biasa dan ingin ganti pakai coolant, pastikan sistem pendingin mobil dalam kondisi ideal. Indikatornya, adalah cairan pendingin. Paling gampang, longok isi radiator dan tabung reservoirnya. Kalau cairannya bening, masih aman buat dituang coolant.
Tetapi kalau sudah ada kecenderungan warna cokelat, sebaiknya dilakukan treatment dulu. Seperti servis radiator untuk menghilangkan penumpukan kerak di pipa kapiler dan cover atas bawahnya.
Kalaupun yakin radiator masih bagus (jajaran pipa tampak bersih saat diintip dari tutup radiator), sebaiknya sistem pendingin dikuras total. Sekadar mengingatkan, pengurasan dilakukan dengan mencopot slang radiator bagian atas.

Jika sedang servis radiator, menurut Maz Tompul, slang bawah dikucurkan air langsung keran. “Terpenting, copot dulu thermostatnya. Hal ini mencegah adanya penumpukan kotoran di thermostat. Selain itu supaya saluran airnya tidak terhalang karena thermostat sifatnya menutup jika suhunya dingin,” ulasnya panjang lebar.

Trik ini dianggap ampuh membilas kotoran di dalam mesin. Pembilasan dianggap bersih jika air yang keluar dari slang atas benar-benar bening seperti air yang dimasukkan dari slang bawah. Itu pertanda jika kotoran benar-benar terbilas habis.

Setelah perlakuan ini, radiator baru bersih dan siap dituang coolant. Oh ya, mengenai jenis coolant yang kian beragam, Anwar mengajak untuk lebih bijak memilih. “Memang banyak, kalau bisa cari yang punya PH netral,” sarannya. Tetapi sulit buat mengecek, masak harus bawa-bawa PH meter. “Mungkin bisa dilihat dari harga. Yang bagus memang agak mahal karena proses penyulingan air yang dipakai harus bagus,” tutupnya seraya menyebut rata-rata banderol coolant berkualitas maksimal di atas Rp 40 ribuan..

Demikian Ulasan Maz Tompul – Bengkel Unggul Jaya Motor- Sumbawa 24 Blora

Memilih Radiator Coolant was last modified: January 23rd, 2016 by tompul
Share
tags: radiator coolant