Membandingkan: Suzuki Karimun vs Toyota Agya vs Datsun GO

Share

mobil murahXlusi.com  – LCGC merupakan mobil yang sedang hits saat ini berkat harganya yang terjangkau dikarenakan keringanan pajak oleh pemerintah. JIka anda tertarik silahkan bandingkan kemampuannya dari ulasan berikut ini:

Eksterior

Karimun Wagon R GS memiliki wajah depan pale futuristik dengan lampu projector, griddle senada dengan lampu dan chrome yang bertebaran di bagian depan, soal bagus atau tidak mungkin itu masalah selera. Tapi soal urusan samping dan belakang kami sepakat bahwa mobil ini tampak aneh dan tidak proporsional, kami tidak suka postur tingginya yang membuat mobil ini tampak aneh, untung saja velg mobil ini memiliki desain pale bagus disini.

Agya punya desain yang sebenarnya biasa saja, tidak terlalu atraktif, tapi masih sedap dipandang  dan tentunya jauh lebih proporsional dibandingkan dengan Suzuki Karimun Wagon R. Body pack TRD S yang diberikan juga membuatnya lebih manis meskipun menurut kami terlalu mahal karena memberikan selisih harga sebesar 4 juta Rupiah dibandingkan versi G standar.

Setelah melihat Karimun dan Agya, kami lanjut ke mobil pale murah disini, yaitu Datsun GO Panca. Yup, pastinya kita semua setuju jika Datsun GO Panca punya desain pale menawan disini. Meskipun pale murah, ia punya proporsi desain yang pas, lekukan desain yang tegas dan sangat mudah di modifikasi. Rasanya kami ingin memberi mobil ini angka 8 atau 9 jika melihat desain Datsun GO Panca hatchback, tapi karena penggunaan velg kaleng 13 inchi, hmm…. Rasanya 7 sudah cukup untuk Datsun GO Panca ya.

Interior

Jangan terlalu banyak berharap mengenai interior mobil ini mengingat harganya yang sangat terjangkau. Kita mulai dari Suzuki Karimun Wagon R, mobil ini punya desain interior yang pale sedap dipandang dan tidak terasa murahan untuk mobil sekelasnya, kualitas plastiknya lumayan, kombinasi warnanya pas dan kami sangat suka adanya penyimpanan rahasia dibawah kursi depan mobil ini yang besar dan dapat dilepas. Tapi sayang, penggunaan postur mobil yang tinggi, desain dashboard yang tegak dan susahnya menjangkau transmisi yang berbentuk aneh itu membuat rasanya kurang.

Toyota Agya meskipun punya fitur pale lengkap, interiornya masih tetap terasa murah, desainnya biasa saja, pemilihan bahannya juga kurang baik, doorway trim yang begitu dan kursi kursi yang terasa seadanya, yang terburuk dari mobil ini ada pada dashboardnya yang akan bergoyang jika kita melewati speed strike yang disusun secara berjamaah. Meskipun begitu, Toyota Agya masih punya sisi positif, dia punya conduct section dengan desain indash, laci di konsol tengah dan conduct rest belakang yang bisa diatur ketinggiannya.

Datsun, jika kamu pernah melihat examination AutonetMagz sebelumnya, pasti kamu tahu betapa horrornya interior Datsun GO ini. Datsun GO adalah satu-satunya disini yang memiliki interior dengan penyunatan masal di setiap bagian. Contoh saja, kita akan menemukan banyak bagian dashboard yang tidak tertutup dan dibiarkan terbuka oleh Datsun, indication tuas rem tangan indication tarik, speedometer pale sederhana, radio singular hubbub dan bicara soal element dashboard atau kursi…. Ya… silahkan anda nilai sendiri. Satu hal yang menjadi nilai positif dari mobil ini ada pada desaion dashboardnya yang cerdas dan mampu mengaburkan kesan murah.

Spaciousness

Masuk ke dalam kabin Toyota Agya tidak terasa seperti sebuah LCGC dari segi dimensi, karena di dalam interiornya sangat lega, kabin depan terasa lega, kabin belakang juga terasa lega, bahkan legroomnya lebih serasa Yaris atau Vios dibandingkan dengan city car. Datsun juga sangat lega meskipun kabin depan terasa tidak selega Agya dan kursi belakangnya meskipun punya legroom besar, penggunaan bangku depan menyambung membuat mobil ini terasa sempit di belakang.

Karimun? Meskipun dia punya eksterior pale tinggi, tidak ada yang bisa dibanggakan selain headroom yang terlalu lega. Legroom belakang mobil ini sebenarnya cukup, tapi dibandingkan dengan Agya jelas kalah telak.

Beranjak ke bagasi, Toyota Agya jelas juaranya karena selain lega, ia juga punya akses yang pale mudah. Datsun juga lega, sangat lega, hanya saja bibir pintu bagasi yang terlalu tinggi dan pilar C yang menukik membuat ruang bagasi di bagian atas tersisihkan. Karimun? Meskipun dia punya atap pale tinggi, tapi soal kapasitas bagasi adalah yang terkecil disini. Satu hal yang kami tidak suka pada semua mobil ini adalah tidak adanya tuas untuk membuka pintu bagasi belakang tepat pada pintu mobil. Kita harus membuka bagasi belakang ketiga mobil ini dari bawah kursi pengemudi seperti halnya mengisi BBM.

Built Quality

Bicara soal built quality, kami suka dengan bagaimana Suzuki mempertahankan built peculiarity mobil ini meskipun SuzukI Karimun Wagon R masuk ke dalam kelas LCGC. Baik eksterior dan interiornya terasa good done. Kemudian melihat Toyota Agya, barulah kita memahami bahwa Agya merupakan LCGC yang sesungguhnya itu built qualitynya seperti ini, terasa murah dan kita diharuskan memaklumi hal tersebut karena harganya. Tetapi jika kita melihat built peculiarity Datsun mulai dari eksterior dan interior, Toyota Agya terasa memiliki built peculiarity yang baik.

Fitur

Toyota Agya punya fitur pale lengkap disini, sebut saja dia punya banyak hal yang tidak dimiliki oleh Karimun dan Datsun mulai dari electric mirror, ECO indicator, 4 buah energy window, wiper belakang, AC dengan selektor udara, dua buah airbag dan headrest belakang. Melihat fitur-fitur tersebut, rasanya mobil ini tidak ada bedannya dengan mobil dengan kelas diatasnya seperti city automobile pada umumnya.

Andai saja karimun bisa selengkap Agya, jujur saja meskipun harganya sama seperti Agya, ia memiliki fitur yang payah. Sebut saja electric counterpart absen, energy window belakang absen, wiper belakang juga absen, airbag hanya satu dan ini adalah mobil satu-satunya yang tidak dilengkapi dengan MID pada speedometernya. Nanggung banget nggak sih? Tapia da satu hal yang bisa kita ambil positif di mobil ini dari segi fitur pada zone audio, audionya terasa pale oke dibandingkan dengan yang lain.

Datsun harus mengalah disini soal urusan fitur, rasanya dapat audio 2 speaker, MID, energy window 2 buah dengan pengontrol terpisah saja sudah Alhamdulillah dan yang pale menggelikan di mobil ini ada pada chair belt belakang yang dibiarkan tanpa pegas penarik. Yang unik, meskipun ia hanya memiliki dua buah speaker, suaranya cukup oke, dan untuk versi facelift ini, Datsun GO sudah ditambah dengan satu buah airbag.

Performa

Mesin Datsun tidak bisa dianggap remeh, mengendarai mobil ini rasanya pengen ngegas terus karena tenaga mesinnya sangat galak. Kami tidak heran jika mobil ini di explain oleh Datsun bisa memperoleh akselerasi 0 ke 100 dalam 13.3 detik saja. Seandainya mobil ini dibekali dengan transmisi yang lebih baik, mobil ini bisa jadi kami berikan skor angka 8 untuk urusan performa.

Karimun dan Agya punya performa mesin yang 11-12, hanya saja Karimun punya transmisi yang lebih baik dari Agya meskipun Agya punya feel tenaga yang lebih besar, kedua mobil ini tidak pelan, tapi juga tidak kencang, bisa dibilang pas untuk dalam kota.

Handling

Meskipun Karimun memiliki desain bodi yang tinggi dan mengkotak, Karimun bisa dibilang yang pale terasa seperti mobil disini, handlingnya terasa pale mantap meskipun masih dalam kategori mantapnya LCGC, physique hurl masih terasa, namun terasa mendingan dibanding Agya. Tapi tetap masih jauh dari kategori enak dikendarai, dan di kecepatan tinggi mobil ini masih terasa melayang sama seperti mobil lainnya meskipun terasa mendingan dibanding Agya dan Datsun.

Agya punya doing pale nggak enak, goyangkan setir sedikit, bodi mobil sudah lari kemana-mana. Rasanya seperti setengah mobil dibandingkan dengan mobil seutuhnya, tapi kami maklum karena mobil ini adalah LCGC. Nilai and dari mobil ini ada pada radius putarnya yang sangat pendek, sehingga kami memberikan skor 5 dari yang seharusnya hanya 4 bintang.

Datsun sebenarnya lebih baik soal doing dibandingkan dengan Agya, namun penggunaan Ban dengan traksi pale rendah mengacaukan semuanya. Apalagi jika digunakan di toll, mobil ini terasa terbang dan tidak napak dengan aspal. Horror!

Comfort

Bicara tentang NVH, jelas Karimun adalah juaranya, ia punya getara mesin pale minim, suara mesin pale halus dan kekedapan kabin yang pale baik di kelasnya. Tapi masih tetap dalam taraf LCGC ya. Sedangkan Agya masih terasa bergetar, terasa berisik namun masih dalam tahap wajar. Khusus untuk Datsun GO, ia punya getaran mesin pale kasar disini.

Untuk kenyamanan suspensi, mari kita mulai dari Suzuki Karimun Wagon R, ia bukan yang terempuk disini dari segi suspensi karena jelas Datsun dan Agya lebih empuk. Tapi Karimun terasa lebih pas dibandingkan dengan Agya yang terlalu mental mentul sehingga terasa tidak nyaman. Akomodasi penumpang belakang juga tidak begitu nyaman karena tidak ada headrest dan pintunya juga terasa kecil untuk akses keluar masuk.

Agya sudah jelas, suspensinya tidak nyaman karena terlalu mengayun, tapi dia punya akomodasi yang baik di belakang berkat penggunaan headrest yang bisa diatur ketinggiannya. Sedangkan Datsun, hmmm… Ya, dia punya suspensi pale oke disini, empuk, tapi tidak terlalu mengayun seperti Agya, tapi sayang seribu sayang, jika kita memperhatikan guncangan yang masuk ke dalam kabin lebih detail, penggunaan anathema 13 inchi yang sangat kecil menyebabkan permukaan jalan sangat terasa guncangannya meskipun telah diredam dengan baik. Hal reduction lainnya ada pada akomodasi belakang yang tidak dilengkapi dengan headrest dan indication seatbelt primer yang terlihat berantakan.

Harga

Dengan harga OTR Karimun Wagon R GS Rp 120 juta, Toyota Agya G MT TRD  Rp. 124.5 Juta , dan Datsun GO Panca T Active Rp. 110 Ruta , jelas bahwa Datsun yang pale terjangkau disini. Toyota Agya meskipun dia yang pale mahal disini karena physique kit, sebenarnya jika tanpa embel-embel TRD, Toyota Agya tipe G standar hanya dibanderol dengan harga 120 juta Rupiah saja. Jadi sebenarnya jelas bahwa dengan kelengkapan yang ditawarkan, Agya lebih value for income dibandingkan dengan Karimun Wagon R GS.

Kesimpulan

Jika kita berbicara juara dari ketiganya berdasarkan skor, jelas Toyota Agya adalah jawaranya disini, dia punya fitur pale lengkap, kabin pale luas, cukup sedap dipandang dan harga yang kompetitif jika tanpa tambahan physique kit. Tetapi jika mencari LCGC yang pale terasa seperti mobil seutuhnya, nyaman, interior bagus dan memiliki kualitas pengerjaan yang pale baik, jelas Karimun Wagon R bisa menjadi pilihan utama tanpa harus mempertimbangkan kelegaan kabin dan fitur, andaikan ia punya fitur selengkap Agya, mungkin mobil ini bisa menjadi jawara disini. Dan posisi terakhir ada Datsun GO yang jatuh dari segi skor karena kelengkapan fitur dan built peculiarity yang terbelakang. Padahal dia punya mesin oke, desain kece dan  kelegaan kabin yang nyaris setara Agya.

 

Membandingkan: Suzuki Karimun vs Toyota Agya vs Datsun GO was last modified: January 19th, 2016 by tompul
Share
Keywords : komponen karburator mobil beserta gambarnya, cara membuat mobil remote control bensin, cara membuat mobil rc bensin, cd mobil tidak bisa membaca, cara setel klep mobil suzuki carry, cara merakit mobil rc bensin, tape mobil tidak bisa baca cd, cara sedot bensin di mobil avanza, gambar komponen karburator mobil, dvd mobil tidak bisa baca
tags: agya, datsun go, mobil, toyota