Instalasi Listrik Pada Sistem Air Conditioner

Share

A. Kopling magnet & motor kipas pendingin kondensor

clip_image002

 

Kopling magnet yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan poros kompresor dengan poros mesin, harus dapat bekerja berdasarkan temperatur evaporator.

Untuk itu pada evaporator dilengkapi dengan sakelar kontrol temperatur (TERMOSTAT) yang bekerja memutus arus pengendali pada relai bila evaporator sudah mencapai suhu tertentu ….. kompresor tidak bekerja.

Motor kipas kondensor biasanya paralel dengan kopling magnet, bekerjanya juga diatur oleh sakelar kontrol temperatur.

B. Rangkaian pada evaporator

Instalasi listrik pada evaporator biasanya terbagi atas komponen-komponen sebagai berikut :

  • Motor blower dan pengatur putaran
  • Termostat

C. Motor blower & pengatur putaran

rem1

D. Termostat

rem1

clip_image002[6]

Bagian pipa kontrol temperatur diisi dengan cairan yang sensitif terhadap perubahan suhu evaporator dan pipa itu didempetkan dengan pipa evaporator. Bila temperatur evaporator naik, tekanan cairan dalam pipa kontrol juga naik sampai kontak pemutus berhubungan …… kompresor bekerja sampai suhu evaporator turun lagi, tekanan cairan pipa kontrol juga akan turun demikian seterusnya.

Lamanya kompresor bekerja dapat diatur dengan memutar selektor temperatur, hal ini berarti, tekanan cairan dalam pipa kontrol diimbangi dengan tekanan pegas.

Jenis lain dari termostat ini adalah model thermistor yang biasanya berfungsi bersama unit kontrol sistem AC.

E. Sistem kontrol ( Pengaman )

Sistem kontrol pada AC dipasang untuk mencegah kerusakan-kerusakan yang terjadi pada kompresor atau bagian-bagian lain apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam instalasi sistem AC.

Sistem kontrol itu berupa sakelar yang bekerja memutuskan aliran listrik ke kopling magnet, bila tekanan atau temperatur zat pendingin terlalu tinggi atau tekanan zat pendingin terlalu rendah.

Dengan demikian kompresor tidak akan bekerja bila kesalahan-kesalahan seperti di atas terjadi dalam sistem, maka kerusakan yanglebih besar akibat kesalahan itu dapat di hindari.

1. Pengontrol tekanan tinggi

2. Pengontrol tekanan rendah

3. Pengontrol temperatur

 

Pengontrol tekanan tinggi

clip_image002[8]

Komponen ini dipasang pada saluran tekanan tinggi atau pada filter/saringan dalam keadaan normal kontak akan terhubung, bila tekanan zat pedingin sudah melebihi kira-kira 23 bar kontak akan terbuka, aliran listrik ke kopling magnet terputus/tidak bekerja.

Pengontrol tekanan rendah

clip_image002[10]

Kontak akan memutuskan hubungan bila tekanan zat pendingin dalam sistem kurang dari 1,5 bar, karena kebocoran atau pada waktu pengisian, volume yang masih kurang, hal ini menyebabkan kompresor cepat panas. Pendinginan kompresor juga dilakukan oleh zat pendingin yang kembali kesaluran hisap (S), karena tekanan zat pendingin kecil, maka pendingin kompresor juga akan sedikit, sementara kompresor terus bekerja, akan menimbulkan kerusakan karena panas.

 

Pengontrol temperatur

Tekanan dan temperatur akan selalu berkaitan, tekanan yang tinggi pada zat pendingin akan mengakibatkan temperaturnya akan tinggi pula, biasanya sebagai ganti pengontrol tekanan tinggi digunakan pengontrol temperatur, yang bekerja berdasarkan temperatur, kontak akan memutuskan listrik ke kopling magnet bila sudah mencapai temperatur tertentu pada zat pendingin.

Rangkaian sistem kontrol :

clip_image002[12]

rem1

F. Rangkaian lengkap

clip_image002[14]

Komponen sistem kontrol (pengaman) biasanya tidak ke tiga-tiganya dipasang sering dipakai 2 atau 1 saja

Relai mencari massa dengan terminal 50, pada kumparan fiksasi motor starter dorong sekrup, agar pada saat motor starter bekerja aliran listrik ke kopling magnet dan kipas kondensor terputus.

Sakelar mekanis (A) dipasang pada trotel gas atau dimana saja yang memung-kinkan sakelar ini berfungsi untuk memutuskan aliran listrik ke kopling magnet pada waktu motor putaran idle, supaya motor tidak mati pada putaran idle saat sistem AC hidup.

Ada juga pengganti sakelar mekanis ini dipasang sebuah relai elektronika yang dapat menghubung dan memutuskan aliran listrik ke kopling magnet berdasar-kan induksi dari koil pengapian. Relai secara automatis akan memutus aliran listrik ke kopling magnet pada waktu putaran idle.

rem1

Instalasi Listrik Pada Sistem Air Conditioner was last modified: May 24th, 2011 by tompul
Share
Keywords : fungsi kampas ganda, fungsi magnet batang, fungsi spull, fungsi sistem stasioner, fungsi generator pada sepeda motor, Fungsi stasioner pada karburator, fungsi shift drum, fungsi manipol, cara memperbaiki kompresor angin listrik, fungsi sikat arang
tags: cara keja kopling motor, cara kerja koil motor, cara kerja mesin motor, cara kerja motor 2 tak dan 4 tak, cara mengatasi kerusakan kompresor pada ac, cara pengapian motor bakar diesel, fungsi air filter, fungsi bearing pada mesin motor 4 tak, fungsi coil pada mobil, fungsi koil, fungsi koil motor, fungsi komponen motor, fungsi komponen stater motor, fungsi komponen-komponen pada sistem pengapian, fungsi kompresor pada mesin pendingin, fungsi kondensor pada sistem pengapian, gambar rangkaian motor 4 tak, instalasi listrik ac, jenis-jenis pengaman listrik, kelemahan sistem enjin suntikan elektronik, kelemahan sistem enjin suntikan elektronik, kipas pendinginan, komponen dan fungsi mesin 4 tak, komponen kopling magnet, komponen kopling motor, komponen mesin motor 4 tak, komponen pengapian motor bakar, komponen sistem pengapian, komponen-komponen mesin 4 tak, memperbaiki koil bocor, mesin motor 4 tak, pegas, pengaman komponen, pengapian dan kondenser, pengenalan mesin kompresor, permasalahan sistem motor starter, prinsip kerja kopling motor, putaran idle, rangkaian kontrol magnet pada crane, rangkaian mesin motor 4 tak, sistem kerja koil sepeda motor, sistem rem motor, sistem starter dan pengapian