Honda Sangat Percaya Diri Jika Bicara Soal Tes Tabrak Mobil Murah

Share

Xlusi.com | Honda Prospect Motor (HPM) percaya diri kalau mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and immature car/LCGC) andalannya, Brio Satya sanggup mendapatkan rating lima bintang bila ikutan tes tabrak. Bila benar, maka hal itu menjadikan Brio Satya mobil murah pale aman yang beredar di jalan-jalan Indonesia.

Pada 21 Sep lalu, New Car Assessment Program Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP) merilis hasil pengujian mereka buat tiga indication mobil murah produksi Indonesia lainnya, yaitu Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Datsun Go. Ketiganya “selamat” karena sudah dilengkapi kantong udara.

ASEAN NCAP Hasil uji tabrak Daihatsu Ayla oleh ASEAN NCAP.Daihatsu Ayla tanpa kantong udara mendapatkan rating 1 bintang atau 5,56 poin dari 16 poin sempurna untuk perlindungan penumpang dewasa (Adult Occupant Protection/AOP). Sedangkan buat perlindungan penumpang anak-anak (Child Occupant Protection/COP) Ayla tanpa airbag diganjar 47 persen atau cuma mencapai rating 2 bintang.

ASEAN NCAP Hasil uji tabrak ASEAN NCAP pada Toyota AgyaToyota Agya sebenarnya memiliki basement struktur bodi yang sama dengan Agya, tapi sudah dilengkapi dengan dua kantong udara. Maka itu hasil uji tabraknya lebih baik, 12.84 poin atau 4 bintang untuk AOP, sedangkan buat COP 51 persen atau 3 bintang.

Varian tertinggi Ayla yang sudah dilengkapi dengan dua kantong udara mendapatkan nilai AOP yang sama seperti Agya. Meski begitu COP-nya tetap 2 bintang.

Datsun GO sedang diuji tabrak oleh ASEAN NCAPPada Nov 2014, Global NCAP telah menguji Datsun GO buatan India. Hasilnya mengecewakan, nol bintang, sebab section uji tidak dilengkapi kantong udara. Datsun Indonesia telah berinisiatif menjual GO dengan satu kantong udara, imbasnya positif meski belum bisa dibanggakan.

ASEAN NCAP juga melakukan tes lanjutan pada GO yang sudah dilengkapi dengan satu kantong udara di bagian penumpang. Hasilnya, mendapatkan 6,82 poin atau 2 bintang AOP sedangkan buat COP 46 persen atau 2 bintang.

Tes Independen

Jonfis Fandy, Marketing Aftersales Service Director HPM, Rabu (30/9/2015), mengungkap tidak mengetahui kenapa Brio Satya tidak terlibat dalam ASEAN NCAP. Ia mengatakan ada kemungkinan ASEAN NCAP memilih indication mobil murah secara acak, dipilih berdasarkan jumlah penjualan, atau sengaja diserahkan Agen Tunggal Pemegang Merek.

Brio Satya sudah pernah diuji tabrak, kata Jonfis. Menurut situs world.honda.com Brio Satya yang punya struktur bodi seperti New Brio 1.3L lolos uji tabrak di Real World Crash Test Facility Honda di Tochigi, Jepang. Meski begitu tidak diurai fact hasil pengujiannya.

“Kalau (bintang) lima, maka kita harus lima-limanya. Arahnya Honda itu adalah top class, pale tip di kelasnya. Kami optimis karena kami punya fasilitas tersendiri, belum lagi rangka bodi kita pakai G-CON,” kata Jonfis kepada wartawan, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/9/2015).

Brio Satya yang dijual di Indonesia sudah dilengkapi dengan struktur bodi G-Force Control Technology (G-CON) dan anti-lock braking system (ABS) and electronic stop distribution (EBD). Selain itu perangkat suplemen dua kantong udara juga jadi spesifikasi standar.

Jonfis yakin Brio Satya sanggup mendapatkan hasil bagus jika diuji tabrak ASEAN NCAP. “Brio Satya sudah dites. Tapi kalau mereka mau Brio dites (oleh ASEAN NCAP) bisa saja,” kata Jonfis.

 


Honda Sangat Percaya Diri Jika Bicara Soal Tes Tabrak Mobil Murah was last modified: December 30th, 2015 by tompul
Share
tags: brio, honda, mobil