nama bagian dalam mesin motor

You are browsing the archive related for "nama bagian dalam mesin motor"

Governor Pneumatik

Governor pneumatik bekerja tergantung kevakuman didalam venturi. Kevakuman yang ditimbulkan untuk meregulasi putaran mesin » 40 – 80 milli bar. Governor pneumatik dapat meregulasi setiap putaran (putaran idle – putaran maksimum) dan digunakan pada motor Diesel ukuran kecil yang mempunyai putaran tinggi.

Governor pneumatik dibagi dalam dua bagian utama :

  • Bagian venturi yang dipasang pada saluran isap mesin.
  • Bagian blok membran yang dipasang pada pompa injeksi

Continue Reading →

SISTEM PELUMASAN SEPEDA MOTOR DUA LANGKAH

Sistem pelumasan pada sepeda motor dua langkah tidak sama dengan dengan sepeda motor empat langkah. Pada sepeda motor dua langkah transmisi nya diberi pelumasan tersendiri terpisah dengan poros engkol. Hal ini dikarenakan terpisahnya ruang transmisi dengan ruang engkol, makanya mesin dua langkah harus menggunakan dua macam minyak pelumas. Seperti kita ketahui bahwa kontruksi bak engkol motor dua langkah terbagi ke dalam dua bagian antara lain bak engkol untuk perangkat motor bakar dan bak engkol untuk perangkat kopling, dan gigi transmisi.

Continue Reading →

SUMBER TEGANGAN TINGGI PADA SEPEDA MOTOR

Untuk menjamin tersedianya tegangan pengapian yang tetap tinggi maka diperlukan sistem yang akurat. Sistem pengapian tegangan tinggi menghasilkan percikan bunga api di busi. Sumber tegangan pada sepeda motor dapat berasal dari: Continue Reading →

Governor Sentrifugal / Mekanis

Governor Sentrifugal / Mekanis

Governor sentrifugal digunakan terutama pada motor Diesel ukuran besar. Governor ini dipasang pada pompa injeksi jenis inline.
Di dalam pelaksanaan, governor sentrifugal dibagi dalam dua jenis :
a. Governor sentrifugal jenis RQ/RQV
b. Governor sentrifugal jenis RS/RSV Continue Reading →

Mesin Konfigurasi V ( V-machine)

Mesin V adalah mesin dengan susunan piston diatur sedemikian rupa hingga membentuk huruf V membuat mesin ini disebut mesin V, ini merupakan mesin pembakaran dalam. bentuk V dapat mereduksi panjang dan berat keseluruhan mesin jika dibandingkan dengan mesin yang tersusun dengan konfigurasi lurus.

Variasi sudut dari konfigurasi V ini digunakan di berbagai mesin yang berbeda; tergantung pada jumlah silindernya, dari hal ini juga dimungkinkan adanya perbedaan besar sudut yang terasa lebih baik kinerjanya daripada besar sudut lain dalam hal stabilitas. Sudut-sudut yang sangat kecil dari konfigurasi V dapat memadukan beberapa keuntungan dari mesin V dan mesin lurus (terutama dalam hal kepadatannya) serta beberapa kelemahannya; konsep penggabungan ini dipelopori oleh Lancia, kemudian diperbarui oleh Volkswagen.

Continue Reading →