Terdapat tiga tipe utama koil pengapian yang umum digunakan pada sepeda motor, yaitu:
a. Tipe Canister
Tipe ini mempunyai inti besi di bagian tengahnya dan kumparan sekunder mengelilingi inti besi tersebut. Kumparan primery berada di sisi luar kumparan sekunder. Keseluruhan komponen dirakit dalam satu rumah di logam canister. Kadang-kadang canister diisi dengan oli (pelumas) untuk membantu meredam panas yang dihasilkan koil. Continue Reading →
Berbagai bentuk Coil pada Sepeda Motor
Pemeriksaan Bagian-bagian Pengapian Tegangan Tinggi
Pemeriksaan ini meliputi pemerikasaan kondisi isolator pada koil, tutup distributor, rotor, kabel-kabel tegangan tinggi dan steker busi.
Langkah kerja
- Keluarkan tutup distributor, rotor dan kabel-kabel tegangan tinggi. Untuk melepaskan jangan menarik steker busi pada kabelnya, karena kabel tersebut berinti arang sehingga mudah rusak.
- Periksa tahanan setiap penghantar, dari elektroda didalam tutup distributor sampai steker busi. Tahanan penghantar tidak boleh melebihi 20 kW. kalau tahanan pada satu pengantar terlalu besar, lepas bagian-bagian pengantar tersebut dan periksa satu per satu, untuk mencari bagian yang rusak. Penghantar tegangan tinggi dengan tahanan yang terlalu besar mengakibatkan mesin sukar dihidupkan.
Prinsip kerja kondensator 2
A. Sistem pengapian tanpa kondensator
- Pada sirkuit primer
Pada saat kontak pemutus mulai membuka. Ada loncatan bunga api diantara kontak pemutus
Artinya : Arus tidak terputus dengan segera, Kontak pemutus menjadi cepat aus (terbakar)
Prinsip kerja kondensator
Kondensator terdiri dari dua plat penghantar yang terpisah oleh foli isolator, waktu kedua plat bersinggungan dengan tegangan listrik, plat negatif akan terisi elektron-elektron
Hubungan sudut dwel dengan celah kontak pemutus
- Celah kontak pemutus kecil
· Sudut buka kecil ( b )
Sudut dwel besar -> celah kontak pemutus kecil
Kontak Pemutus dan Sudut Dwel
Fungsi : Menghubungkan dan memutuskan arus primer agar terjadi induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder